Karya Tulis Ilmiah
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN STATUS GIZI SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENYULUHAN TENTANG GIZI SEIMBANG MELALUI MEDIA DIORAMA PADA SISWA/I KELAS VIII SMPN 226 JAKARTA SELATAN TAHUN 2026
Latar Belakang: Berdasarkan Riskesdas 2018, remaja usia 13–15 tahun masih
mengalami masalah gizi dengan prevalensi kurus 6,8%, gemuk 10,8%, dan
obesitas 9,2%. Selain itu, SKMI 2023 menunjukkan 98,4% remaja usia 13–18
tahun belum memenuhi anjuran konsumsi buah dan sayur. Rendahnya
pengetahuan gizi dapat memengaruhi sikap dan pemilihan makanan sehingga
diperlukan upaya edukasi menggunakan media yang menarik, salah satunya media
diorama sebagai media pembelajaran tiga dimensi. Tujuan: Mengetahui
perbedaan tingkat pengetahuan, sikap, dan status gizi tentang gizi seimbang
sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan menggunakan media diorama pada
siswa kelas VIII SMP Negeri 226 Jakarta Selatan. Metode: Penelitian
menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pre-test posttest design. Sampel penelitian berjumlah 37 siswa yang dipilih menggunakan
teknik total sampling. Data karakteristik responden meliputi usia dan jenis
kelamin. Data pengetahuan dan sikap diperoleh melalui kuesioner pre-test dan
post-test, sedangkan status gizi diukur menggunakan indikator IMT/U. Analisis
data menggunakan uji Wilcoxon dan paired sample t-test. Hasil dan Kesimpulan:
Sebelum penyuluhan, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan
kategori cukup (70,2%), sedangkan setelah penyuluhan seluruh responden (100%)
berada pada kategori baik. Hasil uji menunjukkan adanya peningkatan
pengetahuan (75,6 menjadi 97,3; p=0,000) dan sikap (66,6 menjadi 78,4; p=0,000)
yang signifikan setelah penyuluhan. Namun, tidak terdapat perbedaan yang
signifikan pada status gizi berdasarkan IMT/U (p=0,551). Dengan demikian,
penyuluhan gizi seimbang menggunakan media diorama efektif meningkatkan
pengetahuan dan sikap, tetapi belum berpengaruh signifikan terhadap status gizi.
Tidak tersedia versi lain