Skripsi
HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI RW 04 KELURAHAN CIPINANG BESAR UTARA KECAMATAN JATINEGARA JAKARTA TIMUR 2026
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang masih banyak terjadi pada balita dan menjadi masalah kesehatan masyarakat. Di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Cipinang Besar Utara, ISPA termasuk dalam 10 penyakit terbanyak yang ditemukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi masyarakat dan puskesmas dalam upaya pencegahan ISPA pada balita.\r\nPenelitian ini berjudul “Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian ISPA pada Balita di RW 04 Kelurahan Cipinang Besar Utara Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur Tahun 2026”. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Ruang lingkup penelitian meliputi ventilasi rumah, kepadatan hunian, pencahayaan, kelembapan, dan suhu rumah yang dihubungkan dengan kejadian ISPA pada balita. Populasi penelitian berjumlah 248 rumah yang memiliki balita dan sampel sebanyak 71 rumah yang dipilih menggunakan teknik systematic random sampling. \r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi balita yang mengalami ISPA sebanyak 44 sampel (62%) dan yang tidak mengalami ISPA sebanyak 27 sampel (38%). Sebagian besar rumah memiliki kepadatan hunian padat sebanyak 64 rumah (90,1%), ventilasi tidak memenuhi syarat sebanyak 64 rumah (90,1%), dan pencahayaan tidak memenuhi syarat sebanyak 38 rumah (53,5%). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kondisi lingkungan fisik rumah tidak ada hubungan yang disignifikan dengan kejadian ISPA pada balita sehingga perlu dilakukan upaya perbaikan kondisi lingkungan rumah untuk menurunkan risiko kejadian ISPA pada balita.
Tidak tersedia versi lain