Skripsi
Perbedaan Berat Badan, Status Gizi, Kadar Hemoglobin, Sebelum dan Sesudah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pada Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Bojonggede
Kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada kehamilan merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. KEK pada ibu hamil diartikan sebagai kondisi dimana asupan gizi ibu tidak dapat memenuhi kebutuhan energi tubuhnya dari zat gizi makro dan mikro secara memadai dalam kurun waktu yang lama, dari mulai sebelum hingga sewaktu kehamilan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, memberikan sebuah intervensi khusus pada ibu hamil KEK berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal. Program PMT ditujukan untuk mencukupi kebutuhan gizi makro dan mikro ibu selama kehamilan, terutama kebutuhan proteinnya dalam menunjang peningkatan status gizi ibu hamil. Namun, berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menilai program PMT belum sepenuhnya terpenuhi, ditandai dengan penerimaan PMT hanya mencakup 32,1% ibu hamil. Sedangkan angka ibu hamil KEK secara nasional sebesar 16,9%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan berat badan, status gizi, kadar hemoglobin, sebelum dan sesudah PMT pada ibu hamil KEK di wilayah kerja puskesmas bojonggede. Metode penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pretest–posttest, dan total sampling. Data yang dianalisa merupakan data primer dan sekunder, serta diuji menggunakan metode paired T-test. Hasil analisa menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p < 0,05) antara berat badan (p < 0,001), LILA (p = 0,003), kadar hemoglobin (p = 0,019) sebelum dan sesudah diberikan PMT. Sehingga diperlukan adanya dukungan, optimalisasi yang bersifat perbaikan, dan perluasan cakupan PMT.
Tidak tersedia versi lain