Karya Tulis Ilmiah
Perbedaan Pengetahuan dan Sikap tentang Gizi Seimbang Sebelum dan Sesudah Penyuluhan dengan Media Lapbook pada Remaja Karang Taruna RW 06 Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor
Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi remaja dengan status gizi kurus dan sangat kurus di Jawa Barat sebesar 8,4% pada usia 13–15 tahun dan 8,2% pada usia 16–18 tahun, sedangkan prevalensi berat badan lebih dan obesitas mencapai 17% pada usia 13–15 tahun dan 13,1% pada usia 16–18 tahun. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penerapan gizi seimbang pada remaja. Berdasarkan survei pendahuluan di Karang Taruna RW 06 Desa Parakan Jaya, diketahui bahwa remaja jarang mendapatkan penyuluhan kesehatan dan kebiasaan asupan mereka belum sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap tentang gizi seimbang sebelum dan sesudah penyuluhan dengan media lapbook. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain one group pre-test post-test yang melibatkan 30 remaja Karang Taruna RW 06 Desa Parakan Jaya dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 54,6 menjadi 87,9 dan rata-rata skor sikap dari 28,4 menjadi 33,2. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah penyuluhan gizi seimbang menggunakan media lapbook dengan nilai p-value < 0,001 pada pengetahuan menggunakan uji wilcoxon signed rank test dan p-value < 0,001 pada sikap menggunakan uji paired sample t-test. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan gizi seimbang dengan media lapbook dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang gizi seimbang.
Tidak tersedia versi lain