Skripsi
Perbedaan Status Hidrasi Selama Latihan Sebelum dan Sesudah Pemberian Minuman Isotonik: Studi Kasus Pada Atlet Sepak Bola di PPOP Jakarta
Status hidrasi adalah status yang menggambarkan keseimbangan cairan di dalam tubuh sehingga tubuh dapat berjalan dengan optimal. Atlet sepak bola cenderung mengalami dehidrasi lebih tinggi dikarenakan aktivitas selama bertanding atau latihan memiliki intensitas yang tinggi. Minuman isotonik merupakan minuman dengan konsentrasi zat terlarut yang menyerupai cairan tubuh (4–8 g karbohidrat/100 ml), mengandung elektrolit seperti natrium dan kalium, serta dapat menggantikan cairan yang hilang sekaligus menyediakan energi bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status hidrasi selama latihan antara sebelum dan sesudah pemberian minuman isotonik pada atlet sepak bola laki-laki di PPOP Jakarta. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan one group pre test-post test. Sampel adalah atlet sepak bola laki-laki di PPOP Jakarta dengan menggunakan metode total sampling. Penelitian ini dilakukan kepada 12 responden atlet sepak bola PPOP Jakarta selama 2 minggu. Jumlah pemberian minuman isotonik ditentukan setelah pengambilan data awal dengan perhitungan selisih berat badan sebelum dan sesudah latihan ditambah asupan cairan selama latihan. Metode analisis data menggunakan uji Paired Sample t-Test dan uji Rank Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan status hidrasi (p = 0.032) yang signifikan setelah diberikan intervensi pemberian minuman isotonik. Tidak terdapat hubungan antara status hidrasi dengan asupan cairan (r = -0.523; p = 0.081), asupan natrium (r = -0.087; p = 0.788), asupan kalium ( r= 0.305; p = 0.335), persentase lemak tubuh (r = -0.163; p = 0.614), dan persentase massa otot (r = 0.037; p = 0.909) yang signifikan. Disarankan atlet sepak bola dianjurkan mengonsumsi minuman isotonik untuk menjaga status hidrasi selama latihan.
Tidak tersedia versi lain