Skripsi
Perbedaan Kecepatan Lari Sebelum dan Sesudah Pemberian Minuman Isotonik pada Atlet Sepak Bola Laki-Laki di PPOP DKI Jakarta
Kecepatan lari merupakan salah satu komponen penting dalam performa atlet sepak bola yang dapat dipengaruhi oleh status hidrasi dan keseimbangan elektrolit selama latihan. Kehilangan cairan dan elektrolit akibat aktivitas fisik berintensitas tinggi berpotensi menurunkan performa, sedangkan minuman isotonik yang mengandung karbohidrat dan elektrolit dapat membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang serta menyediakan sumber energi selama aktivitas fisik yang berhubungan langsung pada kecepatan lari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecepatan lari sebelum dan sesudah pemberian minuman isotonik pada atlet sepak bola laki-laki PPOP DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan rancangan one group pretest-posttest pada 12 atlet sepak bola laki-laki yang dilakukan selama 2 minggu tidak berturut turut. Kecepatan lari diukur menggunakan sprint 20 m, asupan cairan dan elektrolit diperoleh melalui food recall 24 jam, sedangkan persentase massa otot dan persentase lemak tubuh diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Analisis perbedaan dilakukan menggunakan Paired t-test. Hasil menunjukkan rerata waktu tempuh sprint 20 m mengalami perbaikan, yaitu menurun dari 3,01 detik menjadi 2,94 detik dan berbeda signifikan (p = 0,032). Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium dan kecepatan lari (r = -0,632; p = 0,028). Pemberian minuman isotonik dianjurkan selama latihan karena dapat memberikan dampak positif terhadap kecepatan lari.
Tidak tersedia versi lain