Skripsi
Hubungan Frekuensi Konsumsi Minuman dan Makanan Kemasan, Tingkat Pendapatan, Aktivitas Fisik dan Pengetahuan dengan Kejadian Obesitas Pada Siswa/I Kelas XI di SMAN 87 Jakarta Selatan
Obesitas pada remaja merupakan masalah gizi yang semakin meningkat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dan menimbulkan risiko berbagai penyakit tidak menular. Menurut Survei Kesehatan Indonesia ( SKI ) 2023, prevalensi obesitas pada remaja berusia 16 - 18 tahun di DKI Jakarta mencapai 4,8%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi minuman manis kemasan dan makanan kemasan tinggi makronutrien, tingkat pendapatan keluarga, aktivitas fisik, serta pengetahuan gizi dengan kejadian obesitas di kalangan siswa kelas XI SMAN 87 Jakarta. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Cross - Sectional. Sampel penelitian dipilih menggunakan Purposive Sampling, yang terdiri dari 79 siswa yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan dengan Chi square. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan antara frekuensi konsumsi minuman manis kemasan ( p = 0,030 ) dan asupan protein ( p = 0,000 ) dengan prevalensi obesitas. Namun, tidak terdapat hubungan antara frekuensi konsumsi makanan kemasan yang tinggi zat makro ( p = 0,0111 ), asupan energi ( p = 0,466 ), asupan lemak ( p = 0,792 ), asupan karbohidrat ( p = 0,310 ), tingkat pendapatan keluarga ( p = 0,067 ), aktivitas fisik ( p = 0,930 ), dan tingkat pengetahuan ( p = 0,453 ) dengan kejadian obesitas.
Tidak tersedia versi lain