Skripsi
Perbedaan Massa Otot, Tingkat Kekuatan Otot Genggam, Asupan Gizi, dan Tingkat Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Pemberian Edukasi dan Latihan Ketahanan Otot Pada Lansia di Posbindu Wilayah Kerja Jati Padang
Sarkopenia merupakan masalah gizi yang sering terjadi pada kelompok lanjut usia, ditandai oleh penurunan massa otot dan kekuatan otot yang progresif seiring bertambahnya usia. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kemampuan fisik, berkurangnya kemandirian, serta meningkatnya risiko jatuh dan ketergantungan pada orang lain. Edukasi gizi dan latihan ketahanan otot telah terbukti dapat meningkatkan massa otot, namun penelitian mengenai kombinasi kedua intervensi tersebut pada lansia di lingkungan posbindu masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan massa otot, kekuatan otot genggam, asupan gizi, dan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian edukasi gizi dan latihan ketahanan otot pada lansia di Posbindu Wilayah Kerja Jati Padang. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest dengan total sampling, melibatkan 17 responden lansia wanita berusia ≥ 60 tahun. Intervensi dilakukan selama 4 minggu, terdiri dari pendampingan olahraga berupa senam dengan intensitas sedang (60–70% VO2max) berdurasi 40 menit sebanyak 2 kali per minggu, serta konseling gizi menggunakan media leaflet sebanyak 1 kali per minggu. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test atau Wilcoxon Signed Rank Test sesuai distribusi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan massa otot (p = 0,047), kekuatan otot (p = 0,007), kecukupan energi (p = 0,004), kecukupan protein (p = 0,033), kecukupan lemak (p = 0,002), kecukupan vitamin B1 (p = 0,031), kecukupan vitamin B2 (p = 0,007), kecukupan vitamin B3 (p = 0,031), kecukupan vitamin B12 (p = 0,013), dan tingkat pengetahuan (p = 0,001) yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Namun tidak terdapat perbedaan peningkatan rerata pada kecukupan karbohidrat (p = 0,116). Berdasarkan hasil penelitian ini, lansia disarankan untuk melakukan latihan fisik intensitas sedang minimal 80 menit per minggu, serta mengonsumsi makanan tinggi protein dari sumber hewani dengan tetap memperhatikan kualitas lemak melalui pemilihan sumber lemak baik, serta bahan makan sumber vitamin B kompleks guna mendukung pemeliharaan massa otot dan pencegahan sarkopenia.
Tidak tersedia versi lain