Skripsi
Hubungan Asupan Energi, Zat Gizi Makro, Zat Besi, Aktivitas Fisik, dan Status Gizi dengan Daya Tahan Kardiorespiratori pada Mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Jakarta II
Kemampuan jantung dan paru-paru untuk memasok oksigen ke otot yang bekerja selama aktivitas fisik yang berkepanjangan dikenal sebagai daya tahan kardiorespiratori. Faktor yang mempengaruhinya adalah asupan energi, zat gizi makro dan zat besi, aktivitas fisik, serta status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan energi, zat gizi makro, zat besi, aktivitas fisik, dan status gizi dengan daya tahan kardiorespiratori pada mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross-Sectional. Perhitungan sampel menggunakan rumus Slovin dan didapatkan 64 responden. Pengumpulan data karakteristik dan status gizi responden menggunakan kuesioner karakteristik dan status gizi, data asupan energi, zat gizi makro, dan zat besi menggunakan formulir Food Recall 2x24 jam, data aktivitas fisik menggunakan kuesioner PAR/PAL 2x24 jam, dan data daya tahan kardiorespiratori menggunakan beep test. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya hubungan antara asupan zat besi dengan daya tahan kardiorespiratori (p-value = 0,028), sedangkan untuk asupan energi (p-value = 1,000), asupan protein (p-value = 1,000), asupan lemak (p-value = 1,000), asupan karbohidrat (p-value = 0,539), aktivitas fisik (p-value = 1,000), dan status gizi (p-value = 1,000) tidak ditemukan adanya hubungan dengan daya tahan kardiorespiratori. Aktivitas fisik dan asupan gizi yang seimbang perlu ditingkatkan untuk memperoleh daya tahan kardiorespiratori yang baik.
Tidak tersedia versi lain