Skripsi
ANALISIS TINGKAT RISIKO KESEHATAN PADA PAJANAN NITRAT DAN MANGAN DI AIR SUMUR WARGA KELURAHAN PONDOK RANGGON KECAMATAN CIPAYUNG JAKARTA TIMUR TAHUN 2026
Pajanan Nitrat (NO₃⁻) dan Mangan (Mn) pada air sumur menjadi salah satu permasalahan kesehatan lingkungan, terutama bagi masyarakat yang masih menggunakan air sumur sebagai sumber air minum dan memasak. Konsentrasi Nitrat dan Mangan yang melebihi baku mutu dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila terjadi pajanan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) untuk mengetahui tingkat risiko kesehatan akibat pajanan kedua parameter tersebut.\r\nPenelitian ini berjudul “Analisis Tingkat Risiko Kesehatan Pada Pajanan Nitrat dan Mangan di Air Sumur Warga Kelurahan Pondok Ranggon Kecamatan Cipayung Jakarta Timur Tahun 2026” yang bertujuan untuk menganalisis risiko kesehatan akibat pajanan Nitrat dan Mangan melalui konsumsi air sumur. Penelitian menggunakan metode ARKL dengan desain deskriptif analitik. Sampel air sumur yang dianalisis sebanyak 14 sumur, dengan jumlah responden sebanyak 52 orang yang terdiri dari kelompok laki-laki dewasa, laki-laki anak, perempuan dewasa, dan perempuan anak. Analisis risiko dilakukan melalui tahapan identifikasi bahaya, analisis dosis-respons, analisis pajanan, karakterisasi risiko, dan pengelolaan risiko.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 8 dari 14 sumur (57%) memiliki konsentrasi Nitrat melebihi baku mutu. Sementara itu, sebanyak 7 dari 14 sumur (50%) memiliki konsentrasi Mangan melebihi baku mutu.\r\nHasil karakterisasi risiko menunjukkan bahwa pajanan Nitrat memiliki nilai RQ rata-rata tertinggi pada kelompok perempuan anak sebesar 1,136 dengan nilai RQ maksimum sebesar 2,769, sehingga menunjukkan adanya potensi risiko kesehatan nonkarsinogenik. Selain itu, pada kondisi konsentrasi Nitrat maksimum, seluruh kelompok populasi menunjukkan nilai RQ > 1, yang berarti pajanan Nitrat berada pada kategori tidak aman dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan apabila terjadi paparan secara terus-menerus. Sementara itu, hasil karakterisasi risiko pajanan Mangan menunjukkan seluruh kelompok populasi memiliki nilai RQ ≤ 1, sehingga masih berada dalam batas aman dan belum menunjukkan risiko kesehatan nonkarsinogenik.\r\nKepustakaan : 31 (2005 – 2026) \r\nKlasifikasi : Metodologi Penelitian : 4\r\n Regulasi dan Pedoman Resmi : 5 \r\n ARKL : 5\r\n Air dan Pencemaran Lingkungan : 8\r\n Nitrat dan Mangan : 9
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain