Karya Tulis Ilmiah
Penetapan Kadar Protein Dalam Tempe Kedelai Yang di Jual di Pasar Rebo dengan Metode Kjeldahl
Tempe kedelai merupakan sumber protein nabati utama bagi masyarakat Indonesia. Namun, kualitas tempe yang beredar di pasaran bervariasi karena perbedaan bahan baku dan proses produksi, sehingga perlu dilakukan pengendalian mutu. Pengujian ini bertujuan untuk menetapkan kadar protein pada tempe kedelai yang dijual di pasar rebo untuk mengetahui apakah memenuhi persyaratan yang tertera pada SNI 3144-2015. Metode pengujian yang digunakan adalah metode Kjeldahl yang meliputi tiga tahap utama yaitu destruksi, destilasi, dan titrasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata kadar protein tempe kedelai sebesar 15,66%. Nilai tersebut memenuhi persyaratan minimum kadar protein tempe kedelai berdasarkan SNI 3144-2015 yaitu sebesar 15%. Hasil evaluasi data menunjukkan adanya satu data outlier yang dikeluarkan dari perhitungan akhir. Setelah pengolahan data diperoleh nilai SD sebesar 0,368 dan nilai RSD sebesar 2,35%. Nilai RSD tersebut menunjukkan masih terdapat variasi hasil antar pengulangan sehingga presisi pengujian belum memenuhi kriteria yang digunakan dalam penelitian. Dengan demikian, kadar protein tempe kedelai memenuhi persyaratan mutu berdasarkan SNI 3144:2015, namun hasil pengujian dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dari aspek presisi pengujian.
Tidak tersedia versi lain