Skripsi
ANALISIS PENGGUNAAN SEQUENCE 3D DIR PADA PEMERIKSAAN MRI BRAIN DENGAN KLINIS EPILEPSI
Latar Belakang Epilepsi merupakan gangguan neurologis yang ditandai oleh kejang berulang akibat aktivitas listrik abnormal di otak. Magnetic Resonance Imaging (MRI) berperan penting dalam mendeteksi kelainan struktural yang mendasari epilepsi, terutama pada hippocampus dan lobus temporal. Sequence 3D Double Inversion Recovery (3D DIR) merupakan teknik MRI yang mampu menekan sinyal cerebrospinal fluid (CSF) dan white matter secara bersamaan, sehingga meningkatkan kontras gray matter dan mempermudah identifikasi lesi kortikal maupun sklerosis hippocampus. \r\nTujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik pemeriksaan, hasil citra, dan kelebihan dan kekurangan penggunaan sequence 3D DIR pada pemeriksaan MRI Brain dengan klinis epilepsi.\r\nMetode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam terhadap dua radiografer dan satu dokter spesialis radiologi, serta dokumentasi hasil citra MRI pada lima pasien dengan klinis epilepsi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan..\r\nHasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan sequence 3D Double Inversion Recovery (DIR) pada pemeriksaan MRI Brain dengan klinis epilepsi telah dilaksanakan sesuai prosedur dan prinsip keselamatan MRI. Sequence ini mampu menekan sinyal CSF dan white matter secara bersamaan sehingga menghasilkan kontras gray matter yang lebih jelas. Akuisisi tiga dimensi dan potongan tipis, 3D DIR dapat meningkatkan visualisasi lesi kortikal maupun subkortikal, serta membantu mendeteksi lesi halus pada pasien epilepsi secara lebih optimal. Sequence 3D DIR memiliki keterbatasan berupa waktu akuisisi yang relatif lebih lama sehingga lebih rentan terhadap motion artifact.
Tidak tersedia versi lain