Skripsi
Analisis Gambaran Ultrasonografi Liver Selama Terapi Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien Tuberkulosis
Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang membutuhkan terapi Obat Anti\r\nTuberkulosis (OAT). Beberapa jenis OAT, terutama isoniazid, rifampisin, dan\r\npirazinamid, memiliki potensi hepatotoxicity yang dapat menyebabkan perubahan\r\nmorfologi liver. Perubahan ini dapat diamati melalui pemeriksaan ultrasonografi\r\n(USG) liver, terutama echogenitas, tekstur parenkim, dan ukuran liver. Penelitian\r\nini bertujuan menganalisis gambaran ultrasonografi liver selama terapi OAT pada\r\npasien tuberkulosis.\r\nDesain penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional deskriptif\r\ndengan pendekatan longitudinal. Data dianalisis secara univariat dan longitudinal\r\ndeskriptif dengan total sampel berjumlah 10 pasien, diperiksa secara serial pada\r\nbaseline, minggu ke-2, minggu ke-4, dan minggu ke-8 terapi pada bulan Februari –\r\nJuni 2026 mencakup analisis teknik pmeriksaan dan analisis gambaran\r\nultrasonografi liver selama terapi obat anti tuberkulosis.\r\nHasil penelitian menunjukkan peningkatan echogenitas dan perubahan parenkim\r\nmenjadi heterogen seiring berjalannya terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT),\r\nsementara ukuran liver tetap berada dalam batas normal. Pada gambaran grafik\r\nmendukung temuan ini, di mana menunjukkan perubahan ukuran liver antar waktu\r\npemeriksaan, menunjukkan perubahan proporsi parenkim homogen/heterogen, dan\r\nmenunjukkan peningkatan echogenitas antar waktu pemeriksaan. Sebagian pasien\r\nmenunjukkan echogenitas mild hingga moderate pada minggu ke-4 dan ke-8,\r\nmenandakan respons morfologis hati terhadap efek hepatotoksik OAT. Pemeriksaan\r\nini berguna untuk deteksi dini kerusakan hati akibat obat dan dapat membantu\r\nperencanaan terapi yang lebih aman serta evaluasi rutin fungsi hati pasien\r\ntuberkulosis.
Tidak tersedia versi lain