Karya Tulis Ilmiah
Penetapan Kadar Logam Berat Timbal (Pb) Dalam Sediaan Air Minum Menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom
Air minum merupakan kebutuhan vital manusia yang harus memenuhi standar keamanan, salah satunya bebas dari kontaminasi logam berat timbal (Pb). Timbal dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti kerusakan ginjal, penurunan fungsi kognitif, dan anemia. Tujuan pengujian ini adalah menetapkan kadar timbal (Pb) dalam sampel air minum menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) teknik Graphite Furnace (GFAAS) berdasarkan SNI 3554:2015. Pengujian dilakukan pada 11 Februari 2026 di Laboratorium Instrumentasi, Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Tangerang. Hasil validasi metode menunjukkan linearitas dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,99543, LOD sebesar 0,00222 mg/L, LOQ sebesar 0,00741 mg/L, Recovery sebesar 96,56%, dan RPD sebesar 1,19%, sehingga hasil validasi metode menunjukkan bahwa seluruh parameter uji telah memenuhi persyaratan. Hasil pengujian menunjukkan kadar timbal (Pb) pada sampel A sebesar -0,00073 mg/L, \r\nsampel B sebesar 0,00239 mg/L, sampel C sebesar -0,00128 mg/L, sampel D sebesar -0,00119 mg/L, sampel E sebesar -0,00158 mg/L, dan sampel F sebesar -0,00163 mg/L. Seluruh hasil berada di bawah batas maksimum yang dipersyaratkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023, yaitu 0,01 mg/L, sehingga seluruh sampel memenuhi persyaratan kualitas air minum.
Tidak tersedia versi lain