Karya Tulis Ilmiah
UJI DISOLUSI N-ASETILSISTEIN DALAM SEDIAAN KAPSUL SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT)
Sevi Millati Hanifa, “Uji Disolusi N-asetilsistein dalam Sediaan Kapsul secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)”, dibawah bimbingan Ai Emalia Sukmawati, S.Farm., M.Si. dan Ruth Elenora K.S., M.Farm., Apt., 2026.\r\n\r\nPenyakit paru-paru seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang dikarenakan oleh peradangan kronis sistemik dan lokal, berhubungan dengan stress oksidatif. N-asetilsistein (NAC) merupakan senyawa yang mengandung tiol dengan efek antioksidan dapat dikaitkan dengan aksinya sebagai pembersih radikal bebas dan sebagai senyawa sulfhidril reaktif NAC mampu meningkatkan kapasitas reduksinya. Untuk menjamin kualitas dan mutu N-asetilsistein, maka diperlukan pengujian salah satunya yaitu uji disolusi. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah zat aktif yang terlarut dalam cairan simulasi yang mirip dengan cairan lambung. Metode uji disolusi yang digunakan yaitu alat tipe 2 (dayung) dengan media disolusi yang digunakan adalah air pada suhu 37± 0,5°C. Kecepatan 100 rpm selama 60 menit dan dilanjutkan dengan pengukuran kadar filtrat uji disolusi menggunakan metode kromatografi cair kinerja tinggi. Hasil pengujian diperoleh persentase zat aktif terlarut pada kapsul N-asetilsistein tidak satu pun kurang dari Q + 5% (Q = 80%). Dapat disimpulkan bahwa kapsul N-asetilsistein memenuhi syarat sesuai dengan Peraturan BPOM RI No. 23 Tahun 2022 bahwa dalam waktu 60 menit harus larut tidak kurang dari 80% (Q), C5H9NO3S dari jumlah yang tertera pada etiket.
Tidak tersedia versi lain