Karya Tulis Ilmiah
IDENTIFIKASI KONTAMINASI Salmonella PADA RAW MATERIAL ZAT PEWARNA SEBAGAI EKSIPIEN OBAT
Alyani “Identifikasi Kontaminasi Salmonella pada Raw Material Zat Pewarna Sebagai Eksipien Obat”, dibawah bimbingan Priyanto Dwi Nugroho, M.Si., dan Farhana Halimah Rusyda., M.Si., 2026.\r\n\r\nRaw material adalah bahan baku berkhasiat maupun tidak berkhasiat yang digunakan dalam formulasi obat. Zat pewarna obat merupakan raw material tidak berkhasiat (eksipien), zat pewarna terbagi menjadi dua jenis yaitu zat pewarna alami dan sintetis. Raw material dapat terkontaminasi bakteri Salmonella yang dapat disebabkan dari proses pengolahan awal sampai menjadi bahan baku siap pakai. Bakteri Salmonella merupakan bakteri patogen penyebab penyakit demam tifoid. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kontaminasi bakteri Salmonella pada zat pewarna obat yang digunakan sebagai eksipien obat dengan tahap pra-pengayaan dengan media Tryptic Soy Broth (TSB), tahap pengayaan dengan media Rappaport-Vassiliadis Soy Broth (RVS), dan tahap isolasi dan penumbuhan koloni dengan media Xylose Lysine Deoxycholate Agar (XLD). Sampel zat pewarna obat yang digunakan yaitu zat pewarna alami berbentuk serbuk halus yang berasal dari tumbuhan. Sampel yang digunakan sebanyak tiga sampel dengan jenis yang sama. Menurut European Pharmacopeoia 5.0 sediaan oral yang mengandung bahan tambahan alami harus bebas Salmonella dalam 10 gram atau 10 mL sampel. Hasil penilitian identifikasi kontaminasi Salmonella pada raw material zat pewarna obat sebagai eksipien obat sampel A, B, dan C dinyatakan negatif Salmonella karena tidak terdapat koloni yang tumbuh pada media selektif Xylose Lysine Deoxycholate (XLD) hal ini dapat dinyatakan bahwa sampel raw material zat pewarna obat memenuhi persyaratan European Pharmacopeoia 5.0
Tidak tersedia versi lain