Karya Tulis Ilmiah
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KADAR TABLET AMOKSISILIN SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Amoksisilin merupakan antibiotik spektrum luas dari golongan penisilin yang sering digunakan masyarakat untuk mengobati berbagai infeksi. Antibiotik ini mengandung gugus fungsi beta-laktam yang rentan mengalami degradasi di bawah berbagai kondisi lingkungan, terutama suhu. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan terhadap kadar tablet amoksisilin dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Sampel yang digunakan yaitu tablet amoksisilin yang dibeli di apotek X di Bekasi, pengujian dilakukan di Laboratorium Analisis \r\nObat dan Narkoba Jurusan Analisis Farmasi dan Makanan Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Tablet disimpan pada tiga kondisi: suhu dingin (2-8°C), suhu ruang (15-30°C), suhu panas (40°C) selama 7 hari dengan dilakukan tiga kali pengulangan menggunakan pelarut NaOH 0,1N. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan rata-rata kadar pada suhu dingin, suhu ruang, dan suhu panas berturut-turut sebesar 93,2%, 100,1%, 92,2%. Maka disimpulkan bahwa sampel mengalami penurunan kadar yang signifikan pada suhu dingin dan suhu panas, namun kadar dari tiga variasi suhu masih memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia edisi VI tahun 2020 yaitu kadar amoksisilin dalam sediaan tablet tidak kurang dari 90,0% dan tidak lebih dari 120,0%.
Tidak tersedia versi lain