Skripsi
PERBEDAAN VISUALISASI ANATOMI ANTARA VARIASI CONCATENATION PADA PEMERIKSAAN MRI CERVICAL T2 FSE DENGAN KLINIS HERNIA NUCLEUS PULPOSUS
Latar belakang Penelitian Pemeriksaan MRI cervical merupakan modalitas pencitraan yang sangat baik untuk mengevaluasi struktur jaringan lunak dan patologi tulang belakang, termasuk hernia nucleus pulposus (HNP). Pada sequence T2 FSE, artefak slice crosstalk dapat mempengaruhi kualitas visualisasi anatomi. Salah satu parameter yang dapat digunakan untuk mengurangi terjadinya artefak tersebut adalah concatenation. Pengaturan nilai concatenation diduga dapat mempengaruhi kualitas visualisasi anatomi.\r\nTujuan Penelitian Menganalisis perbedaan visualisasi anatomi yang dihasilkan antara variasi concatenation 1 dan concatenation 2 serta menentukan variasi concatenation yang lebih optimal pada pemeriksaan MRI cervical T2 FSE dengan klinis hernia nucleus pulposus.\r\nDesain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen yang dilakukan di Rumah Sakit Murni Teguh Sudirman. Sampel penelitian berjumlah 10 pasien MRI cervical menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Penilaian dilakukan oleh dokter spesialis radiologi menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji deskriptif dan uji wilcoxon.\r\nHasil Penelitian Penggunaan concatenation 2 cenderung menghasilkan visualisasi anatomi yang lebih baik dibandingkan concatenation 1. Namun, hasil uji Wilcoxon menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik (p > 0,05). Dengan waktu pemeriksaan yang lebih singkat, concatenation 1 dinilai lebih optimal untuk pemeriksaan MRI cervical klinis hernia nucleus pulposus.
Tidak tersedia versi lain