Skripsi
PERANAN SEKUEN STIR PADA PEMERIKSAAN MRI LUMBAL DENGAN KASUS HERNIA NUKLEUS PULPOSUS ( HNP )
Latar Belakang Penelitian Hernia Nukleus Pulposus (HNP) merupakan kelainan umum pada vertebra lumbal akibat tekanan dan robekan discus intervertebralis, menyebabkan kompresi saraf, nyeri intens, serta gejala sensorik/motorik. Prevalensi mencapai 1-3% populasi dunia, tertinggi pada usia 30-50 tahun dengan rasio pria:wanita 2:1, sering dipicu degenerasi usia. MRI lumbal adalah modalitas terbaik (akurasi 97%) untuk diagnosis, namun sekuen standar T1/T2 terbatas mendeteksi edema/inflamasi karena interferensi sinyal lemak; sekuen STIR (Short Tau Inversion Recovery) unggul menekan lemak, menonjolkan cairan/edema untuk visualisasi HNP lebih jelas..rnrnTujuan Penelitian Penelitian bertujuan menganalisis peranan sekuen STIR dalam meningkatkan akurasi diagnostik MRI lumbal kasus HNP melalui kajian literatur (2015-2025). Secara khusus, mengevaluasi kontribusi STIR terhadap deteksi edema/inflamasi serta penentuan tingkat keparahan/lokasi herniasi (bulging, protrusi, ekstrusi, sequestrasi).rnrnDesain Penelitian Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur, mengumpul 15 artikel (PubMed, Google Scholar, AJR; 2015-2025) menggunakan PRISMA flowchart (identifikasi, screening, eligibility, included). Kriteria inklusi: DOI valid, fokus STIR MRI lumbal HNP, data retrospektif/klinis; eksklusi: 10 tahun, non-operasional pasien. Data sekunder diekstrak (tujuan, metode, parameter STIR, hasil), dianalisis sintesis teoritis untuk jawab rumusan masalah.rnrnHasil Penelitian Hasil penelitian dari kajian literatur terhadap 15 jurnal periode 2015-2025 (dipilih via PRISMA dari PubMed, AJR, Google Scholar) menunjukkan konsensus kuat bahwa sekuen STIR secara signifikan meningkatkan diagnostik MRI lumbal pada kasus HNP melalui supresi lemak homogen (TI 120-175 ms, TR 4000-7000 ms, TE 80-130 ms), deteksi superior edema/inflamasi/Modic changes dengan reliabilitas inter-observer 90%, serta grading akurat herniasi (bulging-protrusi-ekstrusi-sequestrasi) pada potongan sagital/koronal. Persamaan pendapat antar jurnal mencakup keunggulan STIR dibanding T2-FatSat untuk kontras edema/inflamasi (Agrilian 2023, Hulmansyah 2025, Mansoor 2025, Alan 2025), sensitivitas tinggi incidentaloma ekstra-spinal/LSTV/CLNR 6-12% (Patriat 2023, Satas 2025, Kajdi 2025, Romeo 2018, Gupta 2015), optimalisasi NSA 2-5 untuk SNR, serta rekomendasi protokol rutin coronal STIR pra/pasca-operasi minim artefak (Abel 2023, Kristoffersen 2020, Jane Dwi Aura 2025, Waindim 2023, Dewi 2025, Andi Tenri 2017). Sementara itu, perbedaan pendapat terletak pada pengelolaan SNR rendah STIR, dengan solusi variatif seperti post-processing Wiener+Unsharp (Dewi 2025), TI 120 ms optimal untuk corpus (Jane Dwi 2025, p
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain