Skripsi
ANALISIS PENGGUNAAN HEAD STEP SEBAGAI ALAT IMOBILISASI DAN FIKSASI ALTERNATIF PADA PEMERIKSAAN RADIASI EKSTERNA MENGGUNAKAN TEKNIK INTENSITY MODULATED RADIATION THERAPY (IMRT) PADA KASUS KANKER HYPOPHARYNX DI MRCCC SILOAM HOSPITAL SEMANGGI
INTISARIrnrnPROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN TEKNOLOGI RADIOLOGI PENCITRAAN JURUSAN TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI POLTEKKES JAKARTA IIrnrnSKRIPSI, 2025rnOLIVIA NATHASYA HARTINA PRABOWOrnrnANALISIS PENGGUNAAN HEAD STEP SEBAGAI ALAT IMOBILISASI DAN FIKSASI ALTERNATIF PADA PEMERIKSAAN RADIASI EKSTERNA MENGGUNAKAN TEKNIK INTENSITY MODULATED RADIATION THERAPY (IMRT) PADA KASUS KANKER HYPOPHARYNX DI MRCCC SILOAM HOSPITAL SEMANGGIrnrnV Bab + 62 Halaman + 30 Gambar + 9 Tabel + 13 LampiranrnrnLatar Belakang Penelitian Kanker hipofaring merupakan salah satu kanker kepala dan leher yang bersifat agresif dan umumnya terdiagnosis pada stadium lanjut. Radioterapi menggunakan teknik IMRT menjadi standar pengobatan karena mampu memberikan distribusi dosis yang optimal pada target sekaligus melindungi organ di sekitarnya. Keberhasilan penyinaran IMRT sangat dipengaruhi oleh ketepatan dan konsistensi posisi pasien, sehingga alat imobilisasi dan fiksasi memiliki peranan penting. Namun, penggunaan alat imobilisasi standar dengan posisi ekstensi kepala tidak selalu dapat diterapkan pada pasien kanker hipofaring akibat nyeri dan keterbatasan gerak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan head step sebagai alat imobilisasi dan fiksasi alternatif pada pemeriksaan radiasi eksterna dengan teknik IMRT pada kasus kanker hipofaring di MRCCC Siloam Hospital Semanggi.rnrnTujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan head step sebagai alat imobilisasi dan fiksasi pada pemeriksaan radiasi eksterna dengan teknik IMRT pada kasus kanker hipofaring di MRCCC Siloam Hospital Semanggi, ditinjau dari prosedur penyinaran, dosis yang diterima pasien, serta ketepatan penyinaran.rnrnDesain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada satu pasien kanker hipofaring yang menjalani radiasi eksterna teknik IMRT menggunakan head step di MRCCC Siloam Hospital Semanggi. Data diperoleh melalui observasi, tanya jawab dengan para responden, serta studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan teori dan standar operasional prosedur rumah sakit.rnrnHasil Penelitian Penggunaan head step pada radioterapi eksternal dengan teknik IMRT pada kasus kanker hypopharynx terbukti efektif sebagai alternatif imobilisasi pada pasien dengan keterbatasan posisi kepala dan leher. Penggunaan head step tidak mempengaruhi dosis pada target tumor, namun menyebabkan peningkatan dosis pada organ risiko di sekitar mata akibat perubahan posisi kepala, meskipun masih berada dalam batas toleransi. Verifikasi geometri menggunakan OBI selama 35 fraksi menunjukkan pergeseran posisi pasien berada dalam batas toleransi rumah sakit serta sesuai rekomendasi ICRU dan AAPM, sehingga mendukung ketepatan dan akurasi penyinaran IMRT.rnrnKata Kunci : Kanker Hipofaring, IMRT, Head step, Imobilisasi, FiksasirnDaftar Bacaan : 42 bacaan (2017-2025)
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain