Skripsi
Pengaruh Tahan Buang Air Kecil Terhadap Sonopattern Ginjal di Rumah Sakit Medirossa Cikarang
Latar Belakang Penelitian: Beberapa literatur menjelaskan bahwa pasien dianjurkan rnuntuk minum sekitar ±950 ml air putih satu jam sebelum pemeriksaan agar kandung kemih rnterisi penuh, karena kondisi ini Pasien dianjurkan untuk mulai mengonsumsi ±950 ml air rnputih sekitar 1,5 jam sebelum pemeriksaan dan diminum secara bertahap selama ±30 menit. rnSetelah selesai minum, pasien tidak diperbolehkan buang air kecil. penulis merasa perlu rnuntuk meneliti lebih lanjut mengenai berapa lama waktu optimal tahan buang air kecil yang rndapat menghasilkan gambaran sonopattern USG ginjal terbaik dalam mendukung rnpenegakan diagnosis terhadap kelainan patologis ginjal. rnTujuan Penelitian: Untuk menganalisis pengaruh variasi waktu tahan buang air kecil rnselama 0 jam, 1 jam, dan 2 jam terhadap gambaran sonopattern ginjal pada pemeriksaan rnUSG ginjal. Penelitian dilakukan pada subjek sehat tanpa riwayat penyakit ginjal dengan rnfokus analisis pada perubahan ukuran, bentuk, dan pola ekogenisitas ginjal. rnMetode Penelitian: Dasar penetapan jumlah subjek untuk penelitian menggunakan rnrumus slovin dengan jumlah populasi selama penelitian, di mana setiap subjek rnberperan sebagai kontrol bagi dirinya sendiri pada kondisi tahan buang air kecil durasi 0 rnJam, 1 Jam dan 2 Jam. Desain ini untuk mengamati perubahan gambaran sonopattern ginjal rnakibat perlakuan yang diberikan. Sampel penelitian berjumlah 16 orang. Penelitian ini akan rndilaksanakan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Medirossa Cikarang pada periode bulan rnSeptember sampai dengan Oktober 2025. Metode pengumpulan data yang akan diambil rndari studi kepustakaan, observasi dan dokumentasi dari penulis. rnHasil Penelitian: Pada kondisi tidak menahan buang air kecil (0 jam), gambaran USG rnginjal menunjukkan morfologi normal tanpa pelebaran sistem pelviokalises, menandakan rnaliran urin berlangsung fisiologis. Setelah menahan buang air kecil selama 1 jam, mulai rntampak perubahan sonopattern berupa pelebaran ringan pelvis ginjal akibat retensi urin rnsementara. Pada durasi 2 jam, pelebaran sistem pelviokalises terlihat lebih jelas dan rnmengarah pada gambaran hidronefrosis ringan, menunjukkan bahwa peningkatan tekanan rnhidrostatis akibat penahanan urin yang lebih lama dapat memengaruhi struktur ginjal. rnperubahan gambaran USG ginjal, ditandai dengan peningkatan distensi sistem rnpelviokalises hingga indikasi hidronefrosis ringan seiring bertambahnya waktu penahanan rnurin. Oleh karena itu, pemeriksaan USG ginjal sebaiknya tidak dilakukan dengan rnpenahanan urin yang terlalu lama karena dapat menimbulkan gambaran menyerupai rnkondisi patologis dan berpotensi menyebabkan kesalahan interpretasi. rnKata Kunci : USG Ginjal, Sonopattern USG, Hydronefrosis, Teknik Skening USG
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain