Skripsi
UJI BANDING LABORATORIUM KALIBRASI : KALIBRASI CENTRIFUGE DENGAN ARTEFAK OREGON/LC-04C PLUS MENGGUNAKAN METODE En-SCORE
Uji banding antarlaboratorium merupakan kegiatan penting untuk memastikan kompetensi teknis, validitas hasil, dan ketertelusuran pengukuran pada laboratorium kalibrasi sesuai SNI/ISO 17025:2017. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja laboratorium dalam kalibrasi centrifuge menggunakan artefak Oregon/LC-04C Plus melalui metode statistik En-Score sesuai KAN Pd-02.09 tentang Pedoman Pelaksanaan Uji Banding Antarlaboratorium Kalibrasi. Pengujian dilakukan pada lima laboratorium, yaitu satu laboratorium acuan dan empat laboratorium peserta, yang berturut-turut kita sebut Laboratorium A,B, C dan D dengan menguji putaran centrifuge pada titik ukur 1000, 1500, 2000, 2500, 3000, 3500 dan 4000 rpm, dan menguji waktu putar pada titik ukur 60, 120, 180, 240 dan 300 detik. Data kemudian dianalisis setelah memperoleh nilai koreksi dan nilai ketidakpastian diperluas (U) dari tiap-tiap laboratorium, data dari laboratorium peserta dibandingkan dengan hasil dari laboratorium acuan sehingga didapatkan nilai En-Score. Data kondisi ruangan untuk suhu dan kelembaban seluruh laboratorium pada saat melakukan kegiatan berada pada kondisi ideal dan masuk dalam toleransi, data keselamatan listrik untuk seluruh laboratorium pun menunjukan masih dalam ambang batas aman. Untuk penghitungan En-Score pada kecepatan putar dan waktu putar, Laboratorium D tidak dapat menyajikan data untuk titik ukur kecepatan putar 1500, 2500 dan 3500 rpm, juga untuk ketepatan waktu putar pada 60, 120, 180 dan 240 detik, sehingga tidak dilakukan. Sehingga perhitungan En-Score hanya dilakukan pada tiga laboratorium, yaitu Laboratorium A, B dan C yang hasilnya menunjukkan nilai En ≤ 1 menandakan kategori memuaskan di hampir semua titik ukur. Ada satu laboratorium peserta, yaitu Laboratorium B tersebut menunjukkan En 1 menandakan kategori tidak memuaskan yaitu pada bobot kecepatan putar 3500 rpm dengan nilai En-Score di 1,2. Pencilan (Outlier) ini bersifat lokal dan tidak muncul pada titik ukur lainnya, sehingga tidak mengindikasikan adanya penyimpangan sistematis, tetapi menjadi masukan penting bagi laboratorium untuk melakukan kajian ulang terhadap metode kerja, prosedur penelusuran, dan penggunaan artefak. Penelitian ini memperkuat pentingnya uji banding sebagai sarana peningkatan kompetensi laboratorium, penjaminan mutu internal, serta pemenuhan persyaratan akreditasi SNI/ISO 17025:2017.
Tidak tersedia versi lain