Karya Tulis Ilmiah
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Dalam Swamedikasi Diare di RW 01 Kelurahan Ketapang Tangerang
Pendahuluan: Pengobatan sendiri atau swamedikasi merupakan suatu tindakan
untuk menyembuhkan penyakit yang dilakukan oleh seseorang tanpa adanya
pengawasan tenaga profesional. Hasil Riset Kesehatan Dasar Kementerian
Kesehatan tahun 2013 mencatat sejumlah 103.860 (35,2%) rumah tangga dari
249.959 rumah tangga di Indonesia menyimpanan obat untuk swamedikasi. Pada
pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan
pengobatan (medication error) karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan
obat dan penggunaannya. Diare merupakan buang air besar dalam bentuk cair
dengan frekuensi lebih dari tiga kali dalam sehari, dapat disertai sakit dan kejang
perut. Diare yang hanya sekali-sekali tidak berbahaya dan dapat sembuh sendiri
tetapi diare yang berat dapat menyebabkan dehidrasi dan membahayakan jiwa
seperti kematian terutama pada anak/bayi. Kejadian diare di Indonesia pada tahun
2018 mencapai 1.017.290 orang.
Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat dalam
melakukan swamedikasi diare di RW 01 Kelurahan Ketapang Tangerang.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif dengan
teknik cluster random sampling didapat sampel sebanyak 96 responden.
Hasil dan Kesimpulan: Usia responden terbanyak pada usia 19-44 tahun 75%,
jenis kelamin perempuan memiliki frekuensi terbanyak 56,25%, pendidikan tingkat
menengah (SMA) menjadi pendidikan terakhir terbanyak, sebanyak 54,2%
responden berstatus tidak bekerja, tingkat pengetahuan masyarakat dalam
mendapatkan obat diare 56,3% responden dalam kategori “Baik”, tingkat
pengetahuan masyarakat dalam menggunakan obat diare 62,5% responden dalam
kategori “Baik”. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa tingkat pengetahuan
masyarakat tentang cara mendapatkan dan menggunakan obat diare dalam kategori
“Baik” yaitu sebesar 77,1%.
Kata Kunci: Swamedikasi, Pengetahuan, Diare
Tidak tersedia versi lain